Sabtu, 19 April 2014

MELAWAN MALAS

Siapa yang tidak pernah malas dalam mengerjakan kerjaan kantor maupun pekerjaan lain misalnya tugas di kampus pastilah semua orang yang memang mempunyai aktifitas itu pasti merasakannya, dan itu memang menghambat pertumbuhan kepercayaan diri untuk hidup maju dan untuk tumbuh menjadi seseorang yang memiliki tujuan baik. harus sering bercermin untuk bisa menghilangkan malas agar terlihat ganteng cantik tetulah dibuatuhkan cermin untuk melihat wajah kita di situ begitupun apa yang dituliskan saya ini tidak akan bisa menulis kalau tidak ingin menulis, loh terus apa hubungannya cermin sama nulis? memang sangat jauh perbedaannya tapi jika harus melihat diri saya pribadi saya selalu malas untuk melakukan aktipitas apapun yang menang itu baik jika di kerjakan, itulah unek unek saya dan saya tidak ingin malas tapi bagaimana lagi. mudah mudahan tulisan ini bisa menyemangati diri saya untuk bisa terus bergerak menghilangkan malas apapun itu resikonya saya harus menjalankan agar dapat mencairkan es batu yang tidak mencair ini. dalam melawan malas memang  kita harus berusaha sekuat mungkin agar dapat mengalahkan malas. kerugian bila malas malasan itu banyak sekali ternyata dan memang ini yang saya rasakan saat ini dan sebelumnya yang pernah terjadi, diantaranya malas akan menjadi bomerang untuk diri agar tidak atau menunda nunda pekerjaan. dan ini memang sangat melelahkan, dan bahkan sering berfikir akibat dari malas tidak bisa merencanakan esok hari atau merencanakan masa depan dan apakah memang benar kepercayaan diri hilang diakibatkan dengan malas. "ambil yang baik dan buang yang buruk" kini yang aku rasakan adalah buruk dan ini akan aku buang sejauh jauhya detik ini juga semoga pembaca bisa menasihati saya di saat saya lagi malas malasan. terkadang saya berfikir seperti angin yang kadang tidak menentu dan terkadang saya berfikir seperti karang meski di terjang ombak tetep aja diam. sebenarnya yang mana yang bagus cara berfikir itu? apakah seperti angin ataukah seperti karang entehlah saya menulis apa ini yang penting sudah menulis agar menghilangkan malas yang membatin. disaat penyesalan itu tiba tidak akan bisa membantah apapun apalagi mencari alasan menutupi menutupi alasan itu memang yang perlu di benahi dalam diri. alasan hanya bisa di pakai sekali saja sempat saya berpikir sepintar pintarnya orang dia akan kalah oleh orang yang bodoh yang memang yang bodoh itu mengerjakannya, berarti kesimpulan dari kutipan ini adalah mengerjakannya lebih baik daripada berpikir nah sipintar ini kebanyakan berpikir dan mengerjakannya tidak, semoga terhindar dari sipintar ini. berhentialh menjadi pintar kalau untuk kepintaran mencari alasan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar